Google Rilis Android 10 Versi Memori 'Minimalis'

Google Rilis Android 10 Versi Memori 'Minimalis'
 Google meluncurkan Android 10 Go, sistem operasi ringan untuk perangkat ponsel yang memiliki kapasitas memori ‘minimalis’ dengan RAM kurang dari 1,5 GB.
Direktur Manajemen Produk Android Sagar Kamdar mengatakan pihaknya telah meningkatkan kecepatan dan keamanan pada Android 10 Go Edition.
“Dengan Android 10 Go, kami membuat perangkat lebih cepat dan aman. Ketika Anda hendak membuka aplikasi, aplikasi akan meluncur 10 persen lebih cepat dibanding Android 9 Go,” tulisnya dikutip dari blog resmi Google.

Lebih lanjut kata Kamdar, guna meningkatkan keamanan perangkat pengguna, Google membuat sistem enkripsi terbaru yang disebut Adiantum.

Adiantum sendiri merupakan sebuah inovasi dalam kriptografi yang dirancang untuk membuat enkripsi penyimpanan lebih efisien dan memastikan semua perangkay dapat dienkripsi.

Selain itu, perusahaan yang berkantor pusat di Mountain View, California ini juga menyematkan aplikasi bawaan seperti Lens in Google Go, YouTube Go, dan Gallery Go by Google Photos.

“Banyak pengembang Android saat ini meningkatkan aplikasi mereka untuk mendukung perangkat Android edisi Go. Tahun lalu, aplikasi populer seperti Uber, Facebook Messenger, Twitter, dan Spotify telah merancang ulang aplikasi mereka,” kata Kamdar.

Setelah diperkenalkan pada 2018, Google mencatat setidaknya ada 1.600 perangkat Android Go yang dirilis oleh 500 produsen di lebih dari 180 negara. Android 10 Go dapat mulai dirilis secara masif pada musim gugur tahun ini (sekitar September – Desember).

Sebelumnya, Google telah merilis pembaruan peranti lunak Android 10 awal September lalu. Seperti tradisi, seri Pixel menjadi ponsel pertama yang mendapat pembaruan Android 10.

Selain seri Pixel, sejumlah ponsel buatan Samsung, Asus, LG, Xiaomi, Nokia, Oppo, Vivo, dan OnePlus dipastikan mendapat pembaruan Android 10.

Penamaan sistem operasi terbaru Google ini pun cukup menarik. Pasalnya, perusahaan untuk pertama kali tidak menggunakan nama makanan penutup karena sulit dipahami oleh pengguna dari negara-negara tertentu.

“Misalnya, L dan R tidak dapat dibedakan saat diucapkan dalam beberapa bahasa. Jadi ketika beberapa orang mendengar kami mengatakan Android Lollipop keras, itu tidak jelas secara intuitif bahwa merujuk ke versi setelah KitKat,” tulis Wakil Manajemen Produk Android, Sameer Samat.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *