Suka Bikin Playlist Musik? Profesi 'Playlist Editor' Kayaknya Cocok Buat Lo

Suka Bikin Playlist Musik? Profesi 'Playlist Editor' Kayaknya Cocok Buat Lo

PASARLIGA Budaya mendownload lagu berakhir pelan-pelan. Semuanya beralih ke streaming music. Kalo dulu bikin mixtape pake CD atau kaset, kini berubah jadi playlist.

Emang, salah satu faktor utama yang bikin streaming musik itu lebih digemari adalah karena mereka menyediakan playlist-playlist dengan tema-tema tertentu, yang bisa saja sesuai dengan suasana hati atau peristiwa tertentu yang dialami penikmat musik.

Setuju dong, kalau musik itu asik untuk jadi soundtrack hidup? Nah, karena itulah kalau ada orang yang milih-milihin lagu menjadi sebuah playlist, akan mempermudah kita mencari soundtrack yang pas.

Makanya, profesi yang seperti dilakoni Rastiaka Hestaviyasa ini akan dibutuhkan di industri musik.

“Kerjaan utama playlist editor adalah mengkurasi lagu-lagu. Lalu membuatnya menjadi playlist yang asik dan disukai pendengar aplikasi streaming,” kata cowok yang akrab disapa Atha ini.

Kini, Atha bukan sekedar playlist editor, ia menjabat posisi Content Manager di Melon Indonesia. Dirinya yang ngurusin  Langit Musik, Indihome Music, Smart Music dan DIGIDUT. Sebelumnya ia pernah jadi Music Manager di MixRadio.

Tentu, seorang playlist editor akan berhadapan dengan banyak banget lagu. Bayangin aja, jutaan yang dimiliki hasil kerjasama dengan label-label rekaman dan agregator musik.

“Kami mikirin tuh, gimana caranya memaksimalkan jutaan lagu untuk dibuat jadi playlist. Pokoknya, headset selalu nempel nih seharian,” papar cowok yang sebelumnya lama bekerja sebagai wartawan musik ini.

Playlist yang dibuat dengan mengategorikan berdasarkan genre musiknya, atau berdasarkan tema tertentu. Karena itulah, seorang playlist editor juga kudu peka sama isu dan tren.

Playlist yang dibuat sering menyesuaikan dengan momen tertentu. Contohnya seperti tragedi bom atau meninggalnya musisi.

Yap, mau nggak mau, suka nggak suka, seorang playlist editor kudu bisa objektif menilai lagu, karena nyatanya, lagu yang kita agak jauhi, bisa punya banyak kalangan pendengarnya juga.

Kalian yang suka musik mesti mempertimbangkan profesi ini. Jangan takut, prospeknya bagus kok!

 

sumber

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *