Aksi Penikaman di London Bridge

Aksi Penikaman di London Bridge

PASARLIGA – Dua orang tewas dalam aksi penikaman di London Brigde, di mana polisi juga menembak mati tersangka. Pihak kepolisian Inggris menyatakan serangan itu sebagai insiden teroris.

Kepala kepolisian anti terorisme Inggris, Neil Basu mengatakan, pihaknya masih mencari motif penyerangan. Ia mengatakan polisi menerima panggilan atas kejadian penusukan di sebuah tempat dekat jembatan tepat sebelum pukul 14:00 waktu setempat.

“Seorang tersangka pria ditembak oleh petugas spesialis bersenjata dari polisi Kota London dan saya dapat mengkonfirmasi bahwa tersangka ini meninggal di tempat kejadian,” kata Basu pada konferensi pers.

“Petugas terus melakukan pencarian ekstensif di daerah tersebut untuk memastikan tidak ada ancaman lebih lanjut kepada publik,” imbuhnya seperti dikutip dari BBC, Sabtu (30/11/2019).

Basu mengatakan pasukan akan memiliki patroli polisi tambahan di ibukota.

Sementara itu sumber di Whitehall kepada BBC mengkonfirmasi dua anggota masyarakat meninggal, namun tidak memberikan informasi lebih lanjut.

Aksi teror ini bukan yang pertama kalinya terjadi di London Bridge. Pada 3 Juni 2017 delapan orang tewas dan banyak lainnya terluka setelah tiga militan menabrakkan sebuah van ke pejalan kaki dan kemudian menyerang orang-orang di daerah sekitarnya.

Serangan terbaru ini terjadi setelah tingkat ancaman terorisme Inggris diturunkan pada 4 November lalu dari “parah” menjadi “substansial”, yang berarti bahwa serangan dianggap “kemungkinan” daripada “sangat mungkin”.

Tingkat ancaman teror ditinjau setiap enam bulan oleh Pusat Analisis Terorisme Bersama, yang membuat rekomendasi independen dari pemerintah.

 

sumber

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *