Kisah 5 Kapal Pesiar, Pelayaran Liburan yang Berubah Jadi Petaka karena COVID-19

Kisah 5 Kapal Pesiar, Pelayaran Liburan yang Berubah Jadi Petaka karena COVID-19

PASARLIGA –  Pada akhir Februari lalu sempat ramai membicarakan kapal pesiar World Dream yang dikabarkan telah terdapat kasus Covid-19 di antara penumpangnya. Hal tersebut mendapat atensi masyarakat Indonesia lantaran sebanyak 188 anak buah kapal (ABK) merupakan warga negara Indonesia.

World Dream berangkat dari Hong Kong menuju Taiwan mengangkut 3.800 orang di dalamnya, namun ternyata hanya ada 12 penumpang yang terjangkit Covid-19, dan seluruh 188 ABK dari Indonesia tidak ada yang terinfeksi. Jumlah kasus Covid-19 di World Dream dapat dibilang sedikit jika dibandingkan dengan yang ada di kapal-kapal pesiar lainnya.

Berikut ini kisah-kisah pelayaran kapal pesiar yang berubah jadi petaka karena penyebaran virus korona:

1. Diamond Princess

Source: flickr
Source: flickr

Kapal Diamond Princess mulai berlayar sejak 20 Januari dari Yokohama, Jepang, hingga kembali pada 4 Februari di pelabuhan yang sama. Membawa 2.666 penumpang dan 1.045 kru, kapal yang dimiliki perusahaan Princess Cruises tersebut berkeliling selama 15 malam dan sempat singgah di Hong Kong, Vietnam, dan Taipei.

Saat berlabuh kembali di dermaga Yokohama, diketahui bahwa terdapat 712 kasus positif Covid-19 di dalam kapal, 12 di antaranya berujung meninggal. Hingga kini, angka tersebut merupakan jumlah kasus Covid-19 terbanyak yang di dalam kapal pesiar. Dikabarkan bahwa 46,5 % orang yang terinfeksi di Diamond Princess tidak menunjukkan gejala apapun.

2. Ruby Princess

Source: flickr
Source: flickr

Kapal yang juga dimiliki oleh perusahaan Princess Cruises ini, berangkat pada 8 Maret dari Sydney, Australia, dengan 2.700 penumpang dan 1.100 kru. Pada hari ke-11, pelayaran mereka terpaksa dipercepat karena Selandia Baru yang menjadi destinasi terakhirnya, telah menerapkan lockdown. Kapal pun kembali ke Sydney dan berhasil berlabuh pada 19 Maret. Saat kapal berlabuh, para penumpang yang turun tidak dimonitor dan diawasi dengan baik.

Baru pada keesokan harinya (20/3), diketahui bahwa dua penumpang dan seorang kru telah terinfeksi Covid-19. Otoritas langsung melacak para penumpang kapal namun mayoritas telah langsung pulang. Karena sebagian penumpang adalah turis mancanegara, mereka diperbolehkan untuk segera pergi dari Australia atau mengisolasi diri di hotel selama 2 minggu.

Total, ada sebanyak 662 penumpang dan kru kapal Ruby Princess telah terinfeksi Covid-19, 12 di antaranya meninggal. Melansir BBC, ternyata terdapat 8 penumpang Ruby Princess dari pelayaran sebelumnya yang tiba pada 8 Maret telah dites positif Covid-19 ketika berlabuh. Tidak diketahui bagaimana peristiwa ini dapat terjadi, kini para pihak yang terlibat mengakibatkan kelalaian ini saling tunjuk-menunjuk. Selengkapnya klik di sini.

3. Greg Mortimer

SBS News

@SBSNews

At least 128 people have tested positive to COVID-19 on board the Australian MV Greg Mortimer ship, currently docked off the coast of Uruguay, with plans to evacuate 91 Australians later this week. https://bit.ly/3e3BclO 

Greg Mortimer: Passengers to be evacuated on medical flight as number of coronavirus cases on board…

At least 128 people have tested positive to COVID-19 on board the Australian MV Greg Mortimer ship, currently docked off the coast of Uruguay, with plans to…

sbs.com.au

59 people are talking about this

Kapal pesiar Greg Mortimer berangkat pada 15 Maret dalam pelayaran menuju Antartika dan Georgia Selatan. Namun hingga hari ini kapal yang membawa 217 penumpang dan kru masih terjebak di lepas pantai Uruguay, karena otoritas menolak untuk mengizinkan para penumpang turun, khawatir dapat menginfeksi warga lokal.

Pada 1 April lalu, tenaga kesehatan dari Uruguay naik ke kapal pesiar untuk mengetes para penumpang sebagai persyaratan untuk dapat berlabuh. Hasil tersebut menyatakan 81 orang positif COVID-19. Namun angka tersebut kini telah melonjak hingga 128 orang.

4. Grand Princess

Source: flickr
Source: flickr

Kapal Grand Princess menjadi kapal ketiga milik perusahaan Princess Cruises yang masuk dalam daftar ini. Kapal tersebut berangkat dari San Francisco menuju Hawaii pada 21 Februari. Saat berlayar, diketahui bahwa seorang penumpang dari pelayaran sebelumnya telah terinfeksi Covid-19. Mengetahui bahwa terdapat seribu kru kapal dan 62 penumpang lain dari pelayaran sebelumnya yang melanjutkan perjalanan ke Hawaii, Princess Cruises menginstruksikan untuk memutarbalikkan kapal tersebut.

Grand Princess membawa total 3.533 penumpang dan kru di dalam kapal. Pada 9 Maret, lebih dari 3 ribu penumpang turun di pelabuhan Oakland untuk dikarantina selama 14 hari, sedangkan kru tetap berada di dalam kapal. Total dilaporkan terdapat 103 kasus positif Covid-19 di kapal Grand Princess. Pada Sabtu (11/4), masa karantina akan berakhir sehingga para kru yang berada di kapal dapat berlabuh kembali.

5. Ovation of the Seas

Source: flickr
Source: flickr

Kapal terakhir dalam daftar ini adalah Ovation of the Seas milik Royal Caribbean International. Pada Maret 2020, ribuan penumpang diperintahkan untuk mengisolasi diri setelah turun dari Ovation of the Seas di Sydney, Australia pada 18 Maret karena ketakutan Covid-19. 79 penumpang kemudian dites positif terhadap virus. Pada 1 April, kapal diletakan di lepas pantai New South Wales. Federasi Pekerja Transportasi Internasional telah meminta pemerintah Australia untuk mengizinkan anggota kru untuk turun sehingga dapat diterbangkan ke negara tempat tinggal mereka.

Masih terdapat 11 kapal pesiar lainnya yang tidak termasuk dalam daftar yang terdapat kasus positif Covid-19 di dalamnya. Terdapat 3 penumpang kapal pesiar yang masih dilarang untuk turun, termasuk penumpang kapal Greg Mortimer yang ditolak untuk berlabuh di Uruguay.

Hingga hari ini, dikabarkan masih ada sekitar 6 ribu orang masih berlayar di kapal pesiar meski ditengah situasi pandemi dan kabar banyaknya jumlah kasus Covid-19 di atas kapal.

 

sumber 

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *