Hasil Kinerja Aplikasi PeduliLindungi Masih Perlu Dikaji

Hasil Kinerja Aplikasi PeduliLindungi Masih Perlu Dikaji

PASARLIGA – JAKARTA – Tak hanya Indonesia, negara lain seperti Singapura sudah lebih dulu mengimplementasikan aplikasi Contact Tracing dengan memanfaatkan perangkat Bluetooth.

Pakar keamanan siber dari Vaksincom Alfons Tanujaya, mengatakan, di Singapura cukup berhasil. Sebab pemerintahnya berhasil mendapatkan basis pengguna yang signifikan.

Sekadar informasi, Singapura telah meluncurkan aplikasi tracing dengan nama Trace Together. Aplikasi ini memanfaatkan fitur bluetooth pada telepon pintar untuk merekam data pergerakan dan kontak penggunanya.

Menurut Alfons, keberhasilan ini kemungkinan besar karena Singapura memiliki jumlah penduduk yang lebih kecil dari Indonesia. Secara geografis sangat kecil sehingga lebih mudah dimonitor oleh pemerintah.

Sementara di Indonesia tingkat efektifitas penggunanya perlu dikaji lagi. Apakah basis penggunanya cukup banyak sehingga memberikan mafaat untuk pencegahan COVID-19.

“Di Singapura terlihat cukup efektif. Namun di Indonesia perlu di kaji lagi, apakah user based-nya cukup banyak sehingga memberikan manfaat untuk pencegahan COVID-19,” kata Alfons melalui pesan singkatnya, Rabu (22/4/2020).

Seperti diketahui, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) meluncurkan aplikasi serupa bernama PeduliLindungi, sebuah aplikasi yang memanfaatkan jaringan Bluetooth untuk melakukan tracking, tracing, dan fencing.

Bluetooth sendiri, dinilai Alfons, merupakan pilihan logis untuk aplikasi Contact Tracing karena mampu mendeteksi perangkat Bluetooth lain dalam jarak dekat jauh lebih baik daripada GPS maupun WiFi.

“Namun hal ini harus diikuti dengan basis pengguna yang cukup dan semua pengguna harus mengaktifkan Bluetooth dengan sadar,” tandasnya.

 

sumber 

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *