Sejumlah Pejabat di Indonesia ini Meninggal Dunia Akibat Covid-19

JAKARTA – Sejak pandemi Covid-19 melanda Tanah Air, sejumlah pejabat pusat dan daerah positif terinfeksi virus asal Wuhan, China, tersebut. Ada yang sembuh setelah menjalani perawatan, ada pula yang tutup usia.

Berikut nama-nama sejumlah pejabat pusat yang meninggal akibat Covid-19:

1. Bupati Morowali Utara Aptripel Tumimomor, meninggal dunia karena Covid-19 pada Kamis, 2 April 2020. Sebelum meninggal dunia berstatus PDP, dan terakhir hasil tes dinyatakan positif Covid-19. Jasad Aptripel Tumimomor dimakamkan di wilayah Samata, Kabupaten Gowa, yang merupakan lahan khusus milik Pemerintah Provinsi Sulsel sebagai lokasi pemakaman pasien Covid 19.

2. Wali Kota Tanjungpinang Syahrul, meninggal dunia karena Covid-19, pada Selasa, 28 April 2020. Sebelumnya, Syahrul terkonfirmasi terpapar Covid-19 dan dinyatakan positif. Syahrul sempat dilarikan ke rumah sakit dengan gejala demam dan gula darah yang naik pada Sabtu (11/4/2020).

3. Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani meninggal dunia karena Covid-19, pada Senin, 10 Agustus 2020. Nadjmi Adhani meninggal dunia di Rumah Sakit Ulin Banjarmasin. Almarhum sempat menjalani perawatan sekitar dua pekan di rumah sakit tersebut karena Covid-19. Kondisinya sempat turun naik, akhirnya mengembuskan napas terakhir di usia 50 tahun.

4. Wakil Bupati Way Kanan Edward Antony meninggal dunia karena Covid-19, pada Minggu, 16 Agustus 2020. Edward Antony meninggal dunia dunia setelah sepekan dirawat di Ruang Isolasi RSUD Dr H Abdul Moeloek, Bandar Lampung. Setelah dilakukan pemulasaran jenazah di ruang isolasi, jenazah kemudian langsung dibawa ke kampung kelahirannya di Way Tuba, Way Kanan, Lampung untuk dimakamkan.

5. Ketua DPRD Jepara Imam Zusdi Ghozali, meninggal dunia karena Covid-19, pada Sabtu, 1 Agustus 2020. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jepara M Fahrudin mengatakan, berdasarkan data rekam medis Ketua DPRD Kabupaten Jepara Imam Zusdi Ghozali, terkonfirmasi positif COVID-19. “Almarhum memiliki penyakit penyerta (diabetes),” kata Fahrudin.

6. Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifudin, meninggal dunia karena Covid-19 pada Sabtu, 22 Agustus 2020. Berdasarkan hasil swab test, almarhum dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Sidoarjo Syaf Satriawarman saat dikonfirasi menjelaskan, almarhum tidak ada keluhan sakit. “Kena COVID-19,” katanya, Sabtu (22/8/2020).

7. Sekda DKI Jakarta Saefullah, meninggal dunia karena COVID-19 pada Rabu, 16 September 2020 di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Saefullah meninggal dunia setelah mengalami shock sepsis irreversible dengan ARDS bagi pasien terkonfirmasi Covid-19. Shock sepsis irreversible dengan ARDS merupakan kerusakan pada jaringan paru akibat infeksi Covid-19 yang menyebabkan gagal napas dan tidak dapat diperbaiki. Sebelumnya, almarhum sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit MMC, Jakarta Selatan sejak 8 September 2020.

8. Bupati Berau, Kalimantan Timur, Muharram. Muharram meninggal dunia pada Selasa 22 September 2020. Dia mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di RS Pertamina Balikpapan. Karena jarak Balikpapan ke Berau sangat jauh, maka dia dimakamkan di Balikpapan.

9. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Dirjen PRL) Aryo Hanggono. Aryo mengembuskan napas terakhir Senin (28/9/2020) pukul 04.50 WIB di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Aryo meninggal di usia 55 tahun setelah sekitar dua pekan berjuang melawan Covid-19.

Sumber: Sindonews.com

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *