Davide Brivio Resmi Tinggalkan Suzuki Ecstar, Hengkang ke Formula 1

Davide Brivio Resmi Tinggalkan Suzuki Ecstar, Hengkang ke Formula 1

Pasarliga – Suzuki Ecstar MotoGP akhirnya resmi merilis pengumuman bahwa sang manajer tim, Davide Brivio, akan hengkang awal tahun ini juga, meski tak menyebutkan bahwa pria asal Italia itu memang benar-benar akan hijrah ke Formula 1 seperti rumor yang beredar belakangan ini. Hal tersebut mereka ungkapkan pada Kamis (7/1/2021).

Rumor bahwa Brivio akan menjadi CEO Alpine F1 Team pada 2021 menyeruak pada Rabu (6/1/2021). Kabar ini tentu menggemparkan paddock MotoGP, mengingat Brivio punya sejarah panjang di kejuaraan balap motor terakbar di dunia tersebut. Peran Brivio di MotoGP bahkan menghasilkan momen-momen bersejarah.

Brivio lah yang berperan besar dalam merayu Valentino Rossi meninggalkan Repsol Honda demi bergabung ke Yamaha pada 2004, hingga akhirnya pabrikan Garpu Tala sukses jadi juara lagi untuk pertama kali sejak 1992, yakni saat mereka merebut gelar dunia dengan Wayne Rainey di GP500.

Saat Rossi pindah ke Ducati Team pada 2011, Brivio juga hengkang dari Yamaha demi menjadi manajer pribadi The Doctor. Namun, saat rider Italia itu kembali ke Yamaha pada 2013, Brivio menghilang dari MotoGP dan dirayu oleh Suzuki demi menjadi manajer tim, mengingat mereka ingin kembali berkompetisi pada 2015.

Punya Sejarah dengan Pimpinan Renault
Di bawah kepemimpinan Brivio, Suzuki pun menjadi tim pabrikan yang jauh lebih solid dari sebelum-sebelumnya. Perkembangan GSX-RR yang signifikan meski Suzuki punya bujet yang mepet, bisa diatur sedemikian rupa oleh Brivio hingga akhirnya merebut gelar MotoGP 2020 bersama Joan Mir, usai penantian 20 tahun.

Di lain sisi, Team Principal Alpine F1 Team saat ini, Cyril Abiteboul diketahui mendapatkan peran yang lebih senior di organsisasi tersebut, yang membuat sang Direktur Eksekutif, Marcin Budkowski, berpotensi mengambil alih perannya sebelum musim 2021 berlangsung.

Brivio sendiri bakal mendapatkan jabatan CEO Alpine F1 Team, meski Renault sendiri belum memberikan keterangan apa pun soal perubahan struktur tim mereka, yang musim ini akan menaungi Esteban Ocon dan juara dunia 2005-2006 yang kembali usai dua tahun vakum, Fernando Alonso.

Pernyataan Resmi Davide Brivio
“Sebuah tantangan dan kesempatan profesional baru tiba-tiba datang kepada saya, dan pada akhirnya saya memutuskan untuk mengambilnya. Ini adalah keputusan yang sulit. Yang terberat adalah meninggalkan kelompok orang hebat ini, yang bersama-sama memulai proyek agar Suzuki kembali ke MotoGP.

“Sulit mengucapkan selamat tinggal juga kepada semua orang yang sudah tiba di tim kami selama beberapa tahun terakhir demi menciptakan tim yang hebat ini. Saya merasa sedih berdasarkan sudut pandang ini, namun pada saat yang sama, saya merasakan motivasi tinggi pada tantangan baru ini, yang merupakan kunci saat saya harus memutuskan memperpanjang kontrak saya dengan Suzuki atau memulai pengalaman yang benar-benar baru.

“Meraih gelar dunia MotoGP adalah sesuatu yang akan terus ada dalam buku sejarah Suzuki, dan akan selalu punya tempat spesial dalam kenangan hidup saya. Saya ingin berterima kasih banyak kepada manajemen Suzuki atas kepercayaan mereka kepada saya, yang mereka miliki sejak awal. Saya ingin berterima kasih kepada setiap anggota grup MotoGP kami di Jepang dan di trek, semua jaringan Suzuki, dan tentunya semua rider yang membela tim kami selama ini, terutama Joan dan Alex yang tampil baik sepanjang 2020.

“Joan menjadi juara dunia merupakan impian jadi nyata bagi saya dan semua orang yang sudah bekerja keras dan mendampingi saya dalam perjalanan yang menakjubkan ini. Saya mengharapkan yang terbaik kepada Team Suzuki MotoGP, saya berharap hasil mereka di masa depan akan lebih baik dan saya selalu akan menjadi penggemar Suzuki. Terima kasih banyak, Suzuki!”

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *