6 Kandidat Top Scorer Piala AFF 2018, Beto Salah Satunya

6 Kandidat Top Scorer Piala AFF 2018, Beto Salah Satunya

Jakarta – Sejak pertama kali digelar pada 1996, Piala AFF sudah digelar sebanyak 11 kali hingga 2016. Tapi, hanya empat negara yang mampu tampil sebagai juara: Thailand (5 kali), Singapura (4), Malaysia dan Vietnam masing-masing satu titel.

Berbeda dengan tim pemenang, perburuan Golden Boot alias pencetak gol terbanyak turnamen, tidak didominasi satu dua nama saja. Ada 14 nama yang berhasil mencatatkan diri sebagai top scorer dalam 11 edisi Piala AFF.

yang tinggal lima hari lagi bergulir juga menjanjikan perburuan gelar top scorer yang tak kalah seru dari pertandingan itu sendiri. Ada yang meyakini, semakin banyak mencetak gol, kans memenangi pertandingan kian besar.

Imbasnya, pemain khususnya yang beroperasi di lini depan dari 10 negara peserta Piala AFF 2018 , bakal unjuk ketajaman untuk mengoleksi gol demi gol sekaligus membawa tim yang dibelanya meraih kemenangan.

Peluang setiap pemain, terkecuali kiper, untuk jadi top scorer cukup terbuka. Hal ini merujuk pada absennya penyerang Timnas Thailand, Teerasil Dangda.

Meski tak ada dominasi dalam daftar top scorer Piala AFF, Teerasil Dangda merupakan pemegang gelar top scorer terbanyak. Penyerang klub J1-League, Sanfrecce Hiroshima, itu tiga kali keluar sebagai top scorer Piala AFF, yakni edisi 2008, 2012, dan 2016.

Sejauh ini, hingga 11 edisi Piala AFF, Thailand jadi negara paling banyak menempatkan pemainnya dalam daftar top scorer Piala AFF dengan lima gelar, disusul Indonesia (4), Singapura dan Malaysia masing-masing dua gelar, serta Myanmar satu gelar.

Lantas, apakah gelar top scorer Piala AFF 2018? Berikut daftar calon peraih gelar Golden Boot atau top scorer Piala AFF 2018  seperti yang dilansir dari situs resmi Piala AFF.

Adisak Kraisorn (Thailand)

Hingga saat ini belum ketahuan siapa yang akan menjalani tugas berat, jadi pengganti Teerasil Dangda di lini depan Timnas Thailand. Pelatih Timnas Thailand, Milovan Rajevac, baru akan merilis 23 pemain finalnya setelah uji coba terakhir melawan Chonburi, Minggu (4/11/2018).

Meski begitu, satu nama layak dikedepankan. Dia adalah Adisak Kraisorn. Adisak merupakan satu dari beberapa pemain berpengalaman dalam daftar 27 pemain yang dipanggil menjalani TC tahap akhir the War Elephants, yang mayoritas minim pengalaman bermain di Piala AFF .

Adisak ikut berkontribusi terhadap pencapaian Timnas Thailand jadi juara pada edisi 2014. Jika dimainkan sang pelatih, penyerang 27 tahun ini bisa jadi ancaman buat lini belakang tim lawan.

 

Chan Vathanaka (Kamboja)

Tak dimungkiri, Chan Vathanaka merupakan pemain paling terkenal di Timnas Kamboja saat ini. Pengalamannya berkiprah di Liga Jepang dan Malaysia diharapkan mampu jadi modalnya untuk menjebol gawang lawan di Piala AFF 2018.

Pasca didepak klub Malaysia Super League, Pahang FA, pada awal Mei 2018 dan kembali ke negara asal, pemain 24 tahun ini berupaya bangkit.

Jika dalam kondisi terbaik, kapten Timnas Kamboja ini sangat berbahaya. Ia layak jadi kandidat top scorer, kendati negaranya tak masuk daftar favorit peraih gelar juara Piala AFF 2018. Ia memiliki ketepatan penempatan posisi serta sentuhan di depan gawang lawan sehingga diharapkan mampu mengoversikan setiap peluang yang datang padanya, semisal dari lini tengah Vietnam yang dinilai kreatif, untuk menjadi gol.

Philip Younghusband (Filipina)

Siapa tak mengenal Philip Younghusband? Kapten Timnas Filipina ini menanjak berbarengan dengan progres sepak bola Filipina dalam satu dekade terakhir.

Phil Younghusband merupakan pemain dengan caps terbanyak serta pencetak gol terbanyak di Timnas Filipina saat ini. Dua prestasi yang dipastikan akan coba ia perpanjang saat tampil di Piala AFF 2018.

Kendati bukan striker murni karena ia juga bisa bermain sebagai gelandang, pemain 31 tahun ini merupakan satu di antara sedikit pemain the Azkals yang mampu mencetak gol pada tiga edisi Piala AFF. Phil Younghusband melakukan hal itu pada Piala AFF  2010, 2012, dan 2014 yang membuatnya punya reputasi sebagai pemain dengan insting gol tinggi sekaligus mengirim pesan kepada setiap pemain lawan agar berhati-hati kepadanya.

Safawi Rasid (Malaysia)

Pemain multiposisi ini kerap jadi solusi kebuntuan Timnas Malaysia. Pemain yang bisa beroperasi sebagai pemain sayap dan striker ini bisa jadi mesin gol karena memiliki kemampuan memanfaatkan situasi bola mati dengan baik.

Ia memiliki kecepatan dan tusukan berbahaya, tak hanya sekadar dari posisi favoritnya, di sayap kanan Harimau Malaya. Kemampuan itulah yang membuat pemain 21 tahun ini jadi andalan di berbagai level Timnas Malaysia.

Banyak pihak berharap kepada pemain Johor Darul Ta’zim ini untuk bersinar selama Piala AFF 2018 seperti yang ditunjukkannya baru-baru ini di Asian Games 2018.

Aung Thu (Myanmar)

Aung Thu merupakan alumni generasi emas Myanmar yang tampil di Piala Dunia U-20 pada 2015. Sejak itu namanya makin jadi andalan Timnas Myanmar, baik di level kelompok usia maupun timnas senior.

Pada Piala AFF 2016, Aung Thu berbagi gelar pencetak gol terbanyak di Timnas Myanmar bersama Zaw Min Tun. Keduanya sama-sama mencetak dua gol.

Di Piala AFF 2018, pemain berusia 22 tahun ini masih diandalkan untuk menjebol gawang lawan dan pantas masuk jadi kandidat peraih Golden Boot.

 

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *