Gereja Ikonik di Barcelona Sudah 'Legal'

Gereja Ikonik di Barcelona Sudah 'Legal'

Setelah 136 tahun berdiri dengan metode pembangunan ‘ilegal’, Gereja Sagrada Familia akhirnya memperoleh izin dari dewan kota dengan pembayaran sebesar 36 juta Euro (sekitar Rp623 milyar).

uang tersebut nantinya akan digunakan untuk membiayai proyek pembangunan gereja yang sudah memasuki tahap akhir konstruksi.

Sebelumnya pembangunan gereja yang mengandalkan sumbangan pribadi ini, sempat tersendat karena perang saudara di Spanyol.

Namun unsur sejarah dan budaya di geraja ini tidak pudar begitu saja. Sagrafa Familia bahkan dinobatkan sebagai Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO pada November 2010.

“Sagrada Familia merupakan ikon, bahkan monumen, paling banyak dikunjungi di Barcelona,” tulis Walikota Barcelona, Ada Colau, melalui akun Twitter.

“Setelah dua tahun perundingan, kami akhirnya mencapai persetujuan yang akan menjamin pembayaran lisensi, akses aman ke monumen dan fasilitas kehidupan lokal dengan peningkatan transportasi publik dan pembangunan di wilayah setempat.”

Sejumlah 22 juta Euro (sekitar Rp383 milyar) dari anggaran digunakan untuk meningkatkan infrastruktur transportasi wilayah setempat, 7 juta Euro (sekitar Rp122 milyar) untuk meningkatkan akses sistem metro, 4 juta Euro (sekitar Rp69 milyar) untuk perombakan jalan, dan 3 juta Euro (sekitar Rp52 milyar) untuk pemeliharan kebersihan dan keamanan.

Walaupun pembangunan belum juga rampung sejak tahun 1882, Gereja Sagrada Familia berhasil mendatangkan 4,5 juta wisatawan setiap tahunnya.

Awalnya pembangunan gereja dilakukan di bawah arahan arsitek Francisco de Paula del Villar y Lozano.

Namun setelah ia mengundurkan diri, posisinya digantikan oleh Antonio Gaudi, kaum modernis Catalan yang sudah menabung karya di penjuru Barcelona. Antonio bertanggungjawab terhadap perkembangan arsitektur gereja hingga kematiannya di tahun 1926.

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *