Grab Uji Coba Layanan GrabWheels di Singapura

Grab Uji Coba Layanan GrabWheels di Singapura

Grab memulai uji coba inovasi layanan e-skuter miliknya sejak Senin lalu (19/11). Bekerja sama dengan National University of Singapore (NUS) Kent Ridge, perusahaan akan melakukan uji coba selama tiga bulan di wilayah kampus tersebut.

Dilansir dari Straitstimes, Grab Ventures telah bekerja sama dengan NUS Kent Ridge untuk memperkenalkan inovasi layanan terbarunya. Layanan yang diberi nama GrabWheels ini merupakan jenis layanan baru, yang uji cobanya baru dilakukan di Singapura.

Grab mengatakan bahwa jumlah skuter yang mereka luncurkan masih sedikit. Mereka berencana akan menambahkan jumlah skuter miliknya pada beberapa minggu ke depan, tergantung pada permintaan dari siswa, staf pengajar, dan staf.

Selain itu, perusahaan juga baru menyediakan delapan stasiun parkir untuk layanan e-skuter ini. Grab juga berkeinginan untuk menambah jumlah stasiun parkir menjadi 30 pada akhir tahun ini. Dikatakan bahwa masing-masing stasiun tersebut dapat menampung sekitar 10 e-skuter.

Selama masa uji coba ini, pengguna hanya dikenakan tarif khusus sebesar 20 sen untuk penggunaan selama 30 menit. Pengguna juga dapat melakukan pembayaran menggunakan GrabPay, dan akan mendapatkan lima poin GrabRewards untuk setiap pembayaran.

Sebelum menggunakan layanan tersebut, pengguna diminta untuk mengunduh aplikasi GrabWheels Beta dan menautkannya ke aplikasi Grab utama. Setelah itu, pengguna dapat menghampiri salah satu stasiun parkir dan menggunakan layanan e-skuter, dengan membuka e-skuter tersebut menggunakan aplikasi GrabWheels Beta.

Saat sudah sampai di tujuannya, pengguna akan diarahkan oleh aplikasi untuk mengembalikan skuter tersebut ke lokasi parkir terdekat. Pengguna dapat mengakhiri perjalanan dan mengunci kembali skuter tersebut dengan memindai kode QR tertentu pada tempat parkir khusus.

Tim Grab dikatakan akan mengumpulkan semua e-skuter miliknya setiap malam untuk mengisi daya skuter dan mengembalikannya ke stasiun parkir awal.

Grab juga menambahkan bahwa timnya berencana akan mendidik pengguna untuk berkendara dengan baik. Mereka akan menghadirkan tim pendukung sepanjang waktu, untuk mengirimkan peringatan melalui pesan di dalam aplikasi tersebut, bila terlihat pengguna mengendarai skuter miliknya dengan tidak baik. Selain itu, tim tersebut juga dikhususkan untuk membantu para pengguna yang mengalami masalah selama periode uji coba.

“Juga akan ada tim pendukung siaga sepanjang waktu, untuk membantu pengguna saat mereka sedang menghadapi masalah apapun selama periode uji coba,” ujar Grab yang dikutip dari Channel News Asia.

Seorang mahasiswa Fakultas Seni dan Ilmu Sosial NUS Nicholas Tey mencatat bahwa siswa harus sering berkeliling kampus untuk menghadiri kelas, bertemu dengan teman, dan mengerjakan tugas.

“e-skuter ini menawarkan kami alternatif selain menggunakan shuttle bus, terutama saat kami sedang terburu-buru dan bus belum tiba,” ujar Nicholas.

Sebagai bagian dari uji coba, Grab dan NUS juga akan mempelajari pola untuk maksimalkan penggunaan e-skuter tersebut. Mereka berkeinginan agar pengguna dapat memiliki wawasan tentang bagaimana e-skuter ini dapat membantu mereka dalam memenuhi kebutuhan transportasi di kampus. Untuk saat ini layanan GrabWheels hanya dapat digunakan oleh staf dan mahasiswa NUS. Grab mengatakan bahwa mereka masih menentukan potensi pasar yang sesuai dengan produk terbarunya ini. Akan tetapi, nantinya mereka berniat untuk meluncurkan layanan ini ke seluruh Asia Tenggara.

 

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *