Hari Ini, Wahana NASA akan Mendarat di Asteroid Bennu

Hari Ini, Wahana NASA akan Mendarat di Asteroid Bennu

Wahana NASA, Osiris-Rex, akan mendarat di asteroid terbesar, yakni asteroid Bennu pada Senin, 3 Desember 2018. Wahana ini menghabiskan dua tahun terakhir terbang sendirian di angkasa untuk menuju Bennu.

Pesawat ruang angkasa Osiris-Rex bakal bertemu dengan Bennu antara pukul 11:45 dan 12:15 siang ET pada 3 Desember. NASA akan menayangkan siaran langsung dari misi pengambilan sampel asteroid pertama mereka. Osiris-Rex sekarang telah melakukan perjalanan lebih dari satu miliar mil sejak diluncurkan dari Stasiun Angkatan Udara Cape Canaveral pada bulan September 2016.

Baru minggu lalu, Osiris-Rex melenturkan lengan mekaniknya melalui serangkaian gerak penuh untuk pertama kalinya di ruang angkasa sebelum mencapai Bennu. Pada akhirnya, instrumen ini akan digunakan untuk memetik sampel kotoran dan batu yang longgar dari permukaan Bennu untuk dibawa pulang.

Tujuan utama Osiris-Rex adalah untuk membawa kembali sampel regolith minimal 2,1 ons. Ini pertama-tama akan meneliti permukaan asteroid selama setahun, sebelum memilih lokasi yang aman sebelum mengambil sampel bebatuan. Jika semua berjalan dengan baik, wahana ini akan membawa sampel kembali ke Bumi pada bulan September 2023.

Acara langsung NASA akan dimulai pada pukul 11:45 pagi EST di TV NASA, Facebook Live, Ustream, YouTube, dan situs web biro iklan. Osiris-Rex telah mengirim kembali foto-foto sepanjang perjalanannya, mengungkapkan kilasan pada targetnya yang sangat jauh dan bahkan planet kita sendiri dari jutaan mil.

Pada bulan Agustus, wahana itu mengambil gambar pertama dari asteroid Bennu. Pesawat ini juga menangkap pemandangan Bumi dan bulan di orbit mereka pada bulan Januari.

Asteroid Bennu, yang merupakan tujuan Osiris-Rex, dikatakan sebagai bongkahan batu kaya karbon yang mungkin mengandung bahan organik atau prekursor molekuler untuk hidup.

Osiris-Rex adalah misi AS pertama yang dirancang untuk mengembalikan sepotong asteroid ke Bumi. Para ilmuwan mengatakan asteroid kuno bisa menjadi petunjuk asal-usul kehidupan.

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *