Motor 'Perang' Royal Enfield Mendarat di Jakarta

Motor 'Perang' Royal Enfield Mendarat di Jakarta

Royal Enfield Classic 500 Pegasus resmi mengaspal di Indonesia. Peluncuran motor bergaya ‘perang’ ini berlangsung di dealer Royald Enfield, kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu (14/11) malam.

Desain Classic 500 Pegasus terinspirasi sepeda motor legendaris Royal Enfield Flying Flea 125 tahun produksi 1939-1941. Kala itu Flying Flea dibuat di fasilitas produksi bawah tanah milik Royal Enfield di Westwood, Inggris pada masa Perang Dunia Kedua.

Untuk konsumen di Indonesia, Classic 500 Pegasus dalam bentuk utuh (CBU) didatangkan Royal Enfield dari India.

“Ini adalah versi limited pertama Royal Enfield di Indonesia dan kedua untuk dunia,” kata Managing Director PT Distributor Motor Indonesia selaku distributor Royal Enfield Indonesia, Ade Sulistioputra.

Motor edisi terbatas ini dibangun menggunakan basis dan kapasitas mesin serupa dengan Royal Enfield Classic 500, yaitu 499 cc satu silinder bertenaga 27,6 tenaga kuda pada RPM 5.250 dan torsi puncak 41,3 Nm mulai RPM 4.000. Mesin dipadukan dengan transmisi manual lima percepatan.

Di atas kertas, motor ini bersaing ketat dengan Benelli Imperialle dan 400 Yamaha SR400.

Edisi terbatas Classic 500 Pegasus cuma diproduksi sebanyak 1.000 unit. Khusus Indonesia, prinsipal hanya memberi jatah sebanyak 40 unit dan keran pemesanan mulai dibuka Kamis (15/11).

Harga Royal Enfield Classic 500 Pegasus dijual Rp109,9 juta on-the-road Jakarta.

“Kami yakin motor ini akan cepat habis. Belum kami kenalkan saja sudah lebih dari 40 orang telepon. Jadi saya yakin ini motor akan cepat terjual,” ucap Ade.
Kerja sama dengan Tentara Terjun Payung Inggris

Royal Enfield Classic 500 Pegasus dibuat atas kerja sama Royal Enfield dengan British Army’s Parachute Regiment atau Resimen Terjun Payung Tentara Inggris.

Awalnya, prinsipal Royal Enfield membuat agenda pertemuan dengan Kementerian Pertahanan setempat 18 bulan lalu. Maksud mereka ingin mendekati Pasukan Terjun Payung Inggris dan menyampaikan niat kolaborasi bersama.

Alhasil, pada setiap unitnya mempunyai lambang Pegasus pada tangki bahan bakar berwarna marun dan biru yang merupakan logo resmi dari lencana Resismen Terjun Payung tentara Inggris.

Lalu di bagian kotak baterai atau aki, ada stiker bertuliskan ‘Made Like a Gun’. Ini merupakan peringatan akan sejarah mesin Flying Flea, dua tak 125 cc yang melegenda. Logo pada motor baru ini juga dibuat memakai logo asli seperti yang digunakan pada Flying Flea saat pecahnya Perang Dunia II. (

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *