Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Bahaya Erupsi Gunung Anak Krakatau

Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Bahaya Erupsi Gunung Anak Krakatau

Top 3 Tekno berita hari ini dimulai dari topik tentang bahaya erupsi Gunung Anak Krakatau. Kepala Badan Meteorologi, Geofisika, dan Klimatologi (BMKG) Dwikorita Karnawati menyatakan erupsi dari Gunung Anak Krakatau membahayakan untuk penerbangan.

Selain itu, beberapa smartphone yang bakal rilis 2019, bahkan ada yang bisa dilipat. Produsen smartphone berlomba-lomba untuk menghadirkan teknologi yang terbaru pada 2019 mendatang.

Juga, Badan Geologi dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sepakat menyimpulkan longsoran badan gunung ke laut yang memicu terciptanya tsunami Selat Sunda dan menyebutnya peristiwa langka.

Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno:

1. BMKG: Erupsi Gunung Anak Krakatau Membahayakan Penerbangan

Kepala Badan Meteorologi, Geofisika, dan Klimatologi (BMKG) Dwikorita Karnawati menyatakan erupsi dari Gunung Anak Krakatau telah membahayakan untuk penerbangan.

“Jelas dan itu kami pantau setiap saat. Kami pantau dengan satelit Himawari. Dari pemantauan kami, arah sebaran abunya itu akan terdeteksi dipengaruhi oleh arah angin,” kata Dwikorita saat jumpa pers di gedung BMKG, Selasa malam, 25 Desember 2018.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa BMKG telah mencoba untuk mengecek secara langsung melalui udara tebing kawah dari Gunung Anak Krakatau tersebut. Dua kali terbang mendekat dalam rangka untuk mengecek langsung tebing kawahnya, namun sampai saat ini belum berhasil.

2. 5 Smartphone Ini Bakal Rilis 2019, Ada yang Bisa Dilipat

Produsen smartphone berlomba-lomba untuk menghadirkan teknologi yang terbaru pada 2019 mendatang. Kabarnya smartphone yang dirilis tahun depan akan membawa inovasi yang beragam.

Smartphone yang dikabarkan hadir tahun depan, di antaranya ada yang telah dibekali dengan chipset terbaru, teknologi 5G, sampai smartphone yang bisa dilipat. Tempo berusaha merangkum beberapa smartphone terbaru yang diperkirakan diluncurkan pada 2019.

3. Tsunami Selat Sunda Langka, Badan Geologi Bikin Peta Zona Rawan

Sempat membingungkan banyak pihak, penyebab tsunami Selat Sunda tanpa didahului gempa akhir pekan lalu mulai terkuak. Badan Geologi dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sepakat menyimpulkan longsoran badan gunung ke laut yang memicu terciptanya tsunami.

“Tsunami yang terjadi adalah kasus yang spesial dan jarang terjadi di dunia,” kata Sri Hidayati, Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi, 24 Desember 2018.

Menurutnya, masih sangat sulit untuk memperkirakan kejadian runtuhnya bagian gunung api. Sri mengatakan pada kasus Gunung Anak Krakatau yang erupsi sejak Juni lalu sampai sekarang, sangat diperlukan sistem pemantauan tsunami di tengah Selat Sunda. “Seperti stasiun pasang surut di pulau sekitar Gunung Anak Krakatau, buoy, atau pemantauan visual dengan penginderaan jauh,” katanya.

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *