Renault Triber Bisa Jadi 'Duri' Buat Calya dan Avanza

Renault Triber Bisa Jadi 'Duri' Buat Calya dan Avanza

Model baru Renault Triber sudah dipastikan bakal dijual di Indonesia. Mobil yang awalnya didesain untuk rakyat India ini diprediksi sanggup mengganggu tatanan MPV kelas bawah di dalam negeri dan menjadi ‘duri’ buat MPV kelas LCGC (Low Cost Green Car) dan Low MPV.

Saat mendebut di India pada 19 Juni, Renault mengatakan Triber merupakan ‘keajaiban’ sebab bisa didesain sebagai MPV 7-penumpang namun dengan panjang bodi 3.990 mm atau tidak lebih dari 4 meter (m).

Triber lebih pendek dari semua produk MPV LCGC. Sebagai perbandingan, Toyota Calya/Daihatsu Sigra panjangnya 4.070 mm sedangkan Datsun GO+ 3.995 mm.

Merancang mobil untuk tujuh penumpang dengan desain di bawah 4 m bukan perkara mudah. Contohnya, Suzuki hingga sekarang belum kesampaian mengubah prototipe Karimun 7-penumpang, yang sudah diperkenalkan pada 2013 lalu, menjadi mobil produksi.

Renault Triber Bisa Jadi 'Duri' Buat Calya dan Avanza
Konfigurasi tujuh tempat duduk Renault Triber. (Foto: Dok. Renault)

Bagian menarik lagi dari Triber yaitu wheelbase-nya 2.636 mm atau lebih pendek 20 mm dari Toyota Avanza namun lebih panjang 111 mm dari Calya/Sigra dan 186 mm dari GO+.

Wheelbase bisa digunakan buat penanda kenyamanan penumpang saat berkendara mobil, biasanya semakin panjang maka semakin nyaman. Selain itu semakin panjang wheelbase berarti produsen lebih leluasa mengatur tata letak kabin termasuk penempatan kursi hingga baris ketiga.

Desainer Renault memberikan kompensasi pada bodi pendek dengan lebar Triber yang mencapai 1.739 mm. Angka itu 84 mm lebih lebar dari Calya dan bahkan lebih lebar 79 mm dari Avanza.

Dari hitung-hitungan dimensi, Triber berada di tengah antara Calya dan Avanza.

Renault Triber Bisa Jadi 'Duri' Buat Calya dan Avanza
Konfigurasi lima tempat duduk Renault Triber. (Foto: Dok. Renault)

Kursi ‘Ajaib’

Menurut COO Maxindo Renault Indonesia Davy J Tuilan, Triber merupakan mobil yang benar-benar muat tujuh penumpang, baris ketiga bukan ditujukan untuk anak kecil.

“Jadi kalau misalnya orang bilang ini 5+2 salah besar, karena kenyamanan mobil ini di baris kedua dan ketiga bisa diadu dengan mobil-mobil Low MPV yang panjangnya 4,2 – 4,4 m,” jelas Davy via telepon, Kamis (19/6).

Davy juga menjelaskan, Renault telah memikirkan ide kreatif untuk jok baris ketiga Triber atas dasar pandangan kapasitas tujuh penumpang tidak selalu dibutuhkan konsumen. Menurut dia, jok paling belakang itu bisa dibongkar pasang dengan mudah, bahkan bisa dilakukan anak kecil.

“Jadi mobil ini hybrid, baris ketiga bisa dilepas. Jadi anak umur 10 tahun bisa melepas baris ketiga, itu pakai klip saja, bisa dilepas, diletakkan, nanti langsung terpasang. Dari pengamatan Renault, tujuh penumpang itu tidak setiap saat dipakai, ya kalau tidak dibutuhkan ya lima penumpang saja,” ucap Davy.

Berdasarkan keterangan Renault, kapasitas bagasi Triber bila tujuh jok terpasang mencapai 84 liter, bila enam penumpang menjadi 320 liter, dan bila lima penumpang menjadi 625 liter.

Menurut Davy lagi, bila diperhatikan dari eksterior Triber bakal terlihat rancangannya memaksimalkan ruang kabin sementara area mesin terlihat sempit. Dia bilang, “Seakan-akan kabinnya didorong ke depan”.

Renault Triber Bisa Jadi 'Duri' Buat Calya dan Avanza
Renault Triber. (Foto: renault.co.in)

Pasti Low MPV

Mengingat mobil ini merupakan model tujuh penumpang dengan dimensi unik serta menggunakan mesin 1.000 cc, posisi segmen Triber di Indonesia bisa bikin bingung. Seharusnya Triber masuk di segmen mini MPV atau di bawah Avanza, meski begitu Indonesia tidak mengenal mini MPV sebab kelas ini diasumsikan diwakili LCGC.

Triber bukan peserta LCGC yang dapat bonus insentif dari pemerintah. Mobil ini tidak dirancang untuk memenuhi berbagai syarat LCGC, termasuk kewajiban diproduksi lokal.

Davy memastikan Triber masuk di segmen low MPV, itu berarti masuk di segmen paling gemuk sekaligus paling ‘keras’ di Indonesia. Selain Avanza, Triber juga melawan Daihatsu Xenia, Suzuki Ertiga, dan Honda Mobilio.

“Kami akan menyampaikan ini adalah low MPV,” katanya.

Potensi Triber bukan hanya itu, bila harganya persis seperti dijanjikan Davy, yakni ‘setara LCGC’, ada kemungkinan juga mengusik kenyamanan semua produk LCGC dan mobil China.

Davy mengibaratkan Triber seperti Wuling Confero, pendatang baru yang menantang Avanza cs dengan berbagai faktor keunikan, terutama harga murah.
Belum ada pernyataan resmi soal harga Triber saat debut di India, namun menurut media lokal bakal dilego mulai 5,3 lakh rupee atau bila dikonversi menjadi Rp108,5 juta.

Sumber : CNN INDO

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *