Review OPPO Find X: Desain Unik, Performa Gila

Review OPPO Find X: Desain Unik, Performa Gila

Pada sesi review gadget kali ini, Tempo akan melakukan review OPPO Find X. Smartphone premium yang diluncurkan di Indonesia Juli lalu ini menggabungkan kekuatan seri Find dan inovasi dari seri N. Itu pertama terliha dari layar AMOLED yang lengkung dan tanpa bingkai. Sekilas, memang tampak sangat mengesankan.

Mekanik kamera slide-nya bekerja cukup cepat. Bahkan, face unlock juga sama cepatnya dengan teknologi yang diusung di iPhone X. Bisa dibilang, mulai dari spesifikasi, inovasi, dan tampilan ponsel ini memang layak menyandang gelar flagship.

OPPO Find X dikemas dalam kotak yang lux dan tebal. Di dalamnya, ada unit smartphone, kabel USB-C dan kepala pengisi daya fast charging yang diberi nama “vooc”, earpods 3,5 mm plus dock ke USB-C.

Bodi: Metal dan kaca, bodi belakang menggunakan konsep lapisan reflektif
Layar: 6,42 inci AMOLED, resolusi 1080×2340, rasio 19,5:9
Kamera belakang: Kamera ganda pop-up 16+20MP, f/2.0, PDAF, OIS, 4K video, dual-LED flash
Kamera depan: Pop-up 25MP, f/2.0, 1.080p video
User-interface: ColosOS 5.1
Sistem operasi: Android Oreo 8.1
Chipset: 10 nm Snapdragon 845, quad 2.8 GHz Kryo 385 Gold + quad 1.7 GHz Kryo 385 Silver, Adreno 630
Memori: 8GB (RAM), 128/256 GB, tanpa slot microSD
Baterai: 3,730 mAh, 20W VOOC fast charging
Notch: Notch-less bezel-less design, 3D face scanning (15.000 titik)

Hal yang paling mengesankan pertama kali dari desain OPPO Find X adalah layarnya: tanpa bezel sama sekali, layar melengkung, tanpa notch, dan AMOLED yang tajam. Tapi harus diingat, Samsung sudah terlebih dahulu mengusung layar lengkung dan AMOLED meski masih menyisakan sedikit bingkai (bezel).

Menariknya, OPPO membayar itu dengan menyematkan kamera mekanik yang bisa muncul-tenggelam. Untuk membukanya memakan waktu 0,5 detik. Namun tidak seperti Vivo NEX S, OPPO memilih memunculkan semua bagian yang “tersembunyi” itu: kamera dan sensor wajah. Selain itu, OPPO membungkus kamera ini dengan material yang benar-benar sangat mewah, metal dan kaca. Ditambah dengan warna gradasi yang membuat Find X menjadi semakin menarik.

Speaker telinga terletak di layar bagian tengah-atas, terlihat sebagai celah sempit. Inilah salah satu yang kurang dari desain layar OPPO Find X, karena suara yang keluar hanya menjadi “angin lalu”. Tidak begitu jelas suara yang keluar dari sini. Entah itu disebabkan desain yang kurang memikirkan detail suara, atau memang celahnya begitu sempit.

Pindah ke belakang. Sudut lengkungnya makin membuat Find X kian mempesona, terutama kaca yang mampu memantulkan cahaya dan membuat warna gradasi berbeda dari tiap sudut pandang. Ada dua pilihan warna gradasi dari smartphone ini, yakni Bordeaux Red (atau tampak terlihat seperti ungu) dan Glacier Blue. Kebetulan Tempo mendapatkan unit review berwarna Bordeaux Red.

Meski begitu, penggunaan kaca bukan berarti tanpa kesalahan. Bahkan penggunaan material jenis ini memiliki paradoks tersendiri. Di satu sisi memang terlihat mewah, tapi di sisi lain sangat licin untuk digenggam. Walhasil, kalau tidak menggunakan pelindung, sudah bisa dipastikan material belakang ini rentan retak kalau jatuh dari ketinggian tertentu.

Di bagian bawah ada speaker dan slot micro-SIM–yang sayangnya tidak ada slot untuk microSD tambahan. Mungkin saja OPPO tidak menyematkannya karena kapasitas ROM yang dibawa Find X sudah sangat besar, yakni 128 GB dan 256 GB. Tetap saja, akan ada pengguna “tradisional” yang masih suka menggunakan microSD alih-alih berlangganan cloud.

OPPO Find X mengusung layar AMOLED berukuran 6,42 inci dengan resolusi 1080×2340. Aspek rasionya 19,5:9 dan memiliki besaran 401ppi (piksel per inci). Meski bukan resolusi tertinggi yang pernah ada, tapi layar tampak sangat tajam. Layar AMOLED OPPO memang tidak menawarkan banyak opsi tampilan seperti Samsung. Meski begitu, layar Find X cukup terang untuk AMOLED pada titik 430 nits.

Smartphone ini menggunakan baterai berdaya 3.730mAh. Jika Anda mengira kamera slide akan memakan daya baterai, maka pikiran Anda salah. Untuk ketahanan daya, Find X tampaknya sangat baik di antara flagship lain, terutama ada teknologi vooc yang bisa mengisi daya dengan cepat. Pengisian selama 30 menit mampu mengisi 50 persen baterai. Pengisian daya terhubung dengan port USB-C yang ada di bagian bawah.

Menariknya, paten teknologi vooc ini mampu mengantarkan daya secara langsung ke baterai tanpa konversi tegangan. Efeknya, baterai tidak akan menjadi panas selama proses pengisian daya.

Speaker Find X sangat jernih, baik digunakan saat mendengarkan musik atau menelepon dengan mode loudspeaker. Meski bukan yang terbaik, tapi suara keluar (output) juga memiliki unsur bass yang kaya. Rasanya kualitas suara akan sangat ciamik jika memiliki dua speaker.

Sayangnya, banyak minus saat mendengarkan musik menggunakan headphone bawaan OPPO Find X. Saya tidak mampu menangkap suara detail dari musik metal atau jazz. Begitu pun saat digunakan untuk menelepon.

OPPO Find X bekerja dengan basis sistem operasi Android Oreo 8.1 dan user-interface CoolorOS 5.1, serta mesin kecerdasan buatan. Paduan ini menghasilkan face unlock yang lebih cepat, gerakan navigasi yang halus, tampilan yang sangat menarik, multi-tasking, dan kinerja aplikasi yang sangat lancar.

Tidak ada laci aplikasi pada launcher default. Sebagai gantinya, setiap aplikasi yang Anda pasang berada di homescreen.

Gabungan antara sistem operasi dan user-interface juga membuat modul pop-up kamera bekerja lebih cepat. Kecepatan kamera kinetik tersebut hanya 0,5 detik, lebih cepat dari Vivo NEX S yang 1 detik.

Satu-satunya keamanan biometrik di OPPO Find X adalah face unlock 3D yang menggunakan 15 ribu titik wajah. Teknologi ini bekerja persis seperti milik iPhone X, hanya mengenali satu wajah kecuali Anda memiliki kembaran. “Kunci” layar ini juga menggunakan cahaya infra merah dan bisa bekerja di tengah gelap gulita sekalipun. Fitur ini juga bisa digunakan untuk mengunci aplikasi.

Find X menggunakan chipset dari Qualcomm, yakni Snapdragon 845. Ada beberapa smartphone flagship yang juga menggunakan modul ini. Sebut saja OnePlus 6, Xiaomi Mi 8, dan LG G7. Chipset ini memiliki CPU Kryo octa-core, dan GPU Adreno 630 yang kuat.

Kami melakukan tes AnTuTu untuk melihat bagaimana performa dan grafis smartphone ini. Sejauh ini, skornya di atas 290 ribu, jauh di atas flagship dari brand besar seperti Samsung atau LG. Tentu, ini bisa menjadi pujian tersendiri untuk OPPO Find X.

Warna layarnya pun memang tajam. Tak ada render gambar yang telat sedikit pun.

OPPO memasang kamera ganda di belakang yang “mirip” alias fungsi masing-masing kamera tidak jelas. Tidak jelas mana kamera yang berfungsi sebagai wide, mana kamera yang berfungsi sebagai zoom. Situasi ini mirip dengan yang ada di OnePlus 6 dan OPPO R15 Pro. Harus diakui juga bahwa LED Flash tidak begitu mengesankan.

Meski begitu, ada satu hal yang patut dipuji: sensor Sony 16MP IMX519 Primer. Berkat sensor ini, gambar yang dihasilkan dari piksel 1.22 mikrometer–relatif besar dari seharusnya–menjadi sangat stabil.

 

Baik kamera belakang atau depan sudah dilengkapi dengan kecerdasan buatan. Teknologi ini mampu mengenali latar belakang atau objek foto itu sendiri. Misal, makanan, alam, hewan peliharaan, dan semacamnya.

Ada beberapa pengaturan di kamera, termasuk penanda lokasi. Namun, tidak ada pengaturan resolusi yang jelas. Sebaliknya, Anda hanya bisa memilik aspek rasio, misal 4:3, 1:1, atau 16:9. Mode ahli juga tersedia bagi mereka yang mencari kontrol penuh atas kamera.

Desain kamera mekanik OPPO tampaknya membuat tren terbaru setelah Apple membuat layar dengan poni (notch). Dalam hal ini, produsen smartphone berlomba-lomba bagaimana menciptakan smartphone dengan kamera yang tersembunyi. Bukan berarti tren kamera mekanik akan berjalan mulus. Vivo NEX S bisa dibilang menjadi pesaing pertama. NEX S juga menawarkan layar AMOLED.

Dari segi layar, Samsung Galaxy S9+ jelas lebih unggul dengan Quad-HD Super AMOLED dan kedap air. S9+ memiliki pindai iris dan jari, dua kunci biometrik yang paling aman saat ini. Dan…memiliki slot microSD serta jack audio 3.5mm. Harganya pun lebih murah, yakni Rp 11 juta. Sedangkan OPPO Find X masih dibanderol Rp 13,5 juta.

OnePlus 6 jauh lebih murah soal harga, Rp 6-7 juta. Sayangnya, smartphone ini tidak tersedia secara resmi di Indonesia. Smartphone ini juga memiliki bodi kaca dengan tampilan yang lebih konvensional. Menggunakan chipset yang sama dan kamera yang sama.

Xiaomi Mi 8 Explorer Edition juga menjadi penantang yang sepadan untuk OPPO Find X dari segi jeroan dan layar. Smartphone ini mengusung konsep “naked-phone” dengan bodi belakang yang transparan. Harganya lebih murah, Rp 9 juta. Tapi, seperti OnePlus 6, smartphone ini tidak hadir di Indonesia secara resmi.

Kelebihan:
– Desain bezel-less dan notch-less sangat unik
– Face unlock akurat
– Performa gila
– Kamera kelas profesional

Kekurangan:
– Kamera mekanik tampaknya rentan rusak
– Bukan smartphone yang tahan banting
– Tidak ada NFC, mengingat teknologi ini sudah dikenal efektif untuk metode pembayaran
– Cukup mahal
Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *