Zidane ke PSG Adalah Kabar Buruk untuk Tim-Tim Kuat Eropa

Zidane ke PSG Adalah Kabar Buruk untuk Tim-Tim Kuat Eropa

Pasarliga2 – Nama Zinedine Zidane mulai gencar dihubungkan dengan PSG dalam sepekan terakhir. Diduga Zidane bisa menggantikan posisi Mauricio Pochettino yang disebut tertarik kembali ke Premier League.

Pochettino belum genap setahun melatih PSG, tapi kabarnya dia kesulitan di sana. Pengalaman Pochettino tidak cukup untuk menangani tim penuh bintang seperti PSG sekarang.

Nama Pocheetino juga langsung dihubungkan dengan Manchester United setelah pemecatan Ole Gunnar Solskjaer. MU sudah pernah membidik Pochettino, tapi tidak pernah benar-benar bergerak.

Menariknya, PSG mungkin tidak terlalu khawatir kehilangan Pochettino jika bisa mendatangkan Zidane sebagai penggantinya.

PSG dekati Zidane

Kualitas Zinedine Zidane sebagai salah satu pelatih terbaik di dunia tidak perlu diragukan lagi. Dia punya rapor fantastis saat menangani Real Madrid beberapa tahun lalu.

Di era pertamanya, Zidane mampu membawa Madrid jadi Raja Eropa dengan menjuarai Liga Champions dalam tiga musim beruntun. Hingga kini belum ada tim lain yang bisa menyamai catatan tersebut.

Di era keduanya, Zidane mengembalikan Madrid ke level top setelah sempat kehilangan arah di bawah kepelatihan sebelumnya. Dia juga bisa mengembangkan tim.

Bakal sangat kuat

Melatih Real Madrid bukan tugas mudah dan Zidane sangat baik melakukannya. Artinya, dalam hal mengelola ruang ganti penuh bintang, Zidane tidak perlu diragukan lagi.

PSG sekarang bisa dibilang memiliki tim penuh bintang yang luar biasa. Zidane diyakini sebagai salah satu pelatih terbaik yang bisa memaksimalkan potensi skuad tersebut.

Dia juga sudah mengenal beberapa pemain PSG, ada Sergio Ramos, Achraf Hakimi, dan tentu Lionel Messi. Dalam kariernya, Zidane juga sudah beberapa kali menuntun Madrid melawan PSG.

Andai jadi melatih PSG, Zidane mungkin bisa mengembangkan tim sama seperti dia mengembangkan Real Madrid. Lalu, PSG mungkin bisa jadi juara Eropa yang baru.

Sumber: Pasarliga