Formasi 4-2-2-2 dan 45 Pertama, MU-nya Rangnick Mulai Jadi!

Formasi 4-2-2-2 dan 45 Pertama, MU-nya Rangnick Mulai Jadi!

pasarliga2. 45 menit pertama duel Manchester United vs Crystal Palace menyuguhkan cuplikan bakal perubahan besar MU di era Ralf Rangnick. Setan Merah tampak siap memasuki era baru.

Minggu (5/12/2021), MU menang tipis 1-0 atas Palace dalam pertandingan debut Rangnick di Premier League. Permainan Setan Merah belum sempurna, tapi ada sedikit pertunjukan era baru Rangnick.

Kali ini MU bermain dengan formasi 4-2-2-2. Scott McTominay dan Fred bermain sebagai dua gelandang bertahan di depan barisan bek, Bruno Fernandes bermain sebagai playmaker di belakang duet Cristiano Ronaldo dan Marcus Rashford.

Gol tunggal kemenangan MU kali ini datang dari kaki Fred, gelandang yang terus dikritik sejak awal musim. Lantas, apa kata Rangnick?

4-2-2-2 dan 45 menit pertama
Permainan MU dalam pertandingan ini dapat dibagi dalam dua babak. Mereka bermain sangat baik di babak pertama dengan formasi 4-2-2-2, sayangnya tidak bisa mencetak gol.

Di babak kedua permainan Bruno Fernandes dkk. sedikit merosot, tapi mereka bisa mencetak gol kemenangan.

“Bagi saya, adalah keputusan logis untuk tidak mengubah banyak hal atau mengubah posisi setelah kemenangan atas Arsenal,” kata Rangnick di Manutd.com

“Semua pemain fit, tidak ada yang cedera, kondisi bugar. Saya memilih untuk menurunkan starting XI yang sama.”

Pilih formasi


Bek Manchester United, Diogo Dalot (tengah).
Rangnick mengaku tidak punya banyak waktu untuk menjelaskan permainan yang dia inginkan. Meski begitu, hanya dalam satu sesi latihan dan diskusi dengan pemain, dia bisa sedikit membawa perubahan dalam tim.

“Bagi saya, pertanyaannya adalah bagaimana kami bisa menekan saat membawa bola, bagaimana kami mengontrol pertandingan?

“Jadi saya memutuskan bermain dengan 4-2-2-2 dengan dua striker, bukan Cristiano sendiri di depan. Dia bersama dengan Marcus menggunakan kecepatan untuk menyambut bola-bola vertikal.”

Terbaik di setiap posisi
Rangnick mengindikasikan bahwa dia tidak terlalu mementingkan pentingnya satu formasi khusus untuk permainan tim. Dia bisa fleksibel mengubah formasi asalkan setiap pemain bisa mengeluarkan permainan terbaiknya.

“Di saat yang sama, saya memilih Jadon dan Bruno dalam dua posisi no.10, dan sisanya [dalam formasi] tidak ada perubahan,” lanjut Rangnick.

“Kami punya cukup ruang kosong dengan Bruno dan Jadon di posisi itu, bek-bek sayap kami juga bisa naik ke depan dan meminta bola di sisi sayap,” tandasnya.