Ada Kabar Baik Soal Perkembangan Kontrak Baru Gavi di Barcelona

Ada Kabar Baik Soal Perkembangan Kontrak Baru Gavi di Barcelona

Pasarliga– Barcelona berada dalam kondisi yang terpojok perihal masa depan wonderkid miliknya, Pablo Gavi. Sang pemain masih terikat kontrak dengan klausul rilis yang terjangkau buat klub-klub papan atas Eropa.

Gavi sangat pantas mendapatkan label wonderkid. Sebab meskipun usianya masih 17 tahun, ia sudah menjadi salah satu pemain penting Barcelona musim ini. Label jebolan La Masia membuatnya semakin berharga di Camp Nou.

Saat ini, ia masih terikat kontrak dengan Barcelona hingga tahun 2023 mendatang. Sayangnya, raksasa Spanyol tersebut tak bisa bernafas lega karena adanya klausul rilis yang memungkinkan Gavi cabut tanpa halangan.

Klausul rilis tersebut hanya bernilai 50 juta euro saja. Kalau pemain normal yang seusianya, angka tersebut jelas terlalu besar. Namun khusus Gavi, nominal itu sangat terjangkau dan bisa digapai klub papan atas seperti Manchester City.

Negosiasi Dimulai Bulan Februari
Manchester City bukan satu-satunya klub papan atas Eropa yang menginginkan jasa Gavi. Beberapa laporan menyebutkan kalau sang gelandang juga masuk dalam daftar buruan dua raksasa Inggris lainnya, Chelsea dan Liverpool.

Salah satu cara jitu untuk membuat klub-klub besar pergi adalah dengan mengikat Gavi dengan kontrak baru. Kontrak baru memungkinkan klub untuk mematok nilai klausul rilis yang lebih besar dan jauh dari jangkauan.

Sport mengabarkan kalau Barcelona belum bertatap muka dengan perwakilan sang pemain hingga saat ini. Namun pihak klub berencana memulai negosiasi kontrak jangka panjang baru pada bulan Februari mendatang.

Laporan yang sama juga menyebutkan bahwa Barcelona dan agen Gavi, Ivan de la Pena, sebenarnya telah berencana untuk bertemu bulan ini. Sayangnya, Barcelona harus fokus ke bursa transfer musim dingin terlebih dahulu.

Tentang Klausul Rilis di Spanyol
Klausul rilis sendiri adalah praktek yang umum dalam dunia sepak bola, tapi tidak semua klub ataupun liga mewajibkan itu. Hanya segelintir pemain yang memilikinya di dalam kontrak. Sementara di La Liga, klausul rilis berlaku buat semua pemain.

Tentu ini menjadi sebuah pertanyaan: Mengapa cuma La Liga yang memberlakukan klausul rilis? Ini berkaitan dengan Royal Decree 1006 yang berlaku di Spanyol sejak tahun 1985, di mana pesepakbola di Spanyol punya hak yang sama dengan pekerja di sektor lain.

Sebenarnya, hukum di Spanyol tidak mewajibkan klub-klub untuk mencantumkan klausul rilis pada kontrak pemainnya. Hanya saja, itu merugikan mereka karena para pemain boleh ‘membeli’ dirinya sendiri di persidangan sehingga bisa bebas dari kontrak.

Absennya klausul rilis dalam kontrak tidak hanya menciptakan situasi tak menentu buat klub, melainkan juga pemain. Pada akhirnya, pemain dan klub sepakat untuk mencantumkan biaya klausul rilis dalam kontrak sebelum ditandatangani.