Valentino Rossi dan Maverick Vinales Terpuruk di MotoGP, Bos Yamaha Merasa Bersalah

Pasarliga – Jakarta Direktur tim MotoGP Yamaha Lin Jarvis akhir mengakui pihaknya telah melakukan kesalahan dan meminta semua pihak yang terlibat dalam pengembangan motor M1 untuk kembali ke arah yang benar. Pernyataan itu muncul terkait puasa kemenangan yang tak kunjung berakhir.

Sudah 23 balapan MotoGP, Valentino Rossi maupun Maverick Vinales gagal berdiri gagah di podium pertama. Kemenangan terakhir yang dirasakan tim Yamaha terjadi saat The Doctor merebut posisi pertama di GP Assen 2017.

Jarvis mengakui jika pihaknya kini sedang berada di bawah tekanan lantaran Rossi dan Vinales terus gerutu mengenai motor M1 yang dikendarainya tersebut. Namun dia tidak ingin terjebak untuk mengomentari keluhan pembalapnya. Satu hal yang diperlukan sekarang adalah melakukan perubahan untuk kembali meraih prestasi di MotoGP.

“Saya tidak bisa mengatakan yang harus dipertanyakan mengenai hal teknis, tetapi satu-satunya jalan keluar dari masalah saat ini adalah memahami apa yang kita lakukan salah dan mulai dengan arah baru,” kata Jarvis dikutip dari Corsedimoto, Jumat (5/10/2018).

“Apakah Yamaha memiliki seseorang yang paham bagaimana memulihkan kondisi? Ya. Tetapi sesuatu yang kita lakukan tidak bekerja terlalu lama,” dia menambahkan.

Modifikasi Baru

Jarvis menyebut desain dan pengembangan motor Yamaha terjadi terutama di Jepang. “Sementara di Italia kami memiliki sebuah rumah dengan orang yang bekerja pada elektronik dan membuat revisi motor, namun kepemimpinan tetap di kantor pusat,” pungkas Jarvis.

Jarvis juga berbicara tentang perkembangan motor di masa depan. Dikatakan, akan ada satu modifikasi yang akan dijajal pembalap di Valencia atau pasca balapan seri terakhir MotoGP berakhir pada November mendatang.

Terlepas bagaimana persiapan itu, Jarvis lebih memikirkan mentalitas Rossi dan Vinales. Pasalnya, mereka saat ini tengah berada dalam situasi yang sulit, terutama dalam menemukan motivasi.

“Valentino dan Maverick seperti kami (Yamaha). Kami berada di sini untuk memenangkan kejuaraan dunia. Tapi kita malah menemukan masalah jadi kita harus benar- benar berjuang,” pungkas Jarvis.

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *